Bab i
Prinsip dasar &
pengertian komunikasi
Mengapa kita
berkomunikasi :
Fungsi-fungsi komunikasi
Apa yang mendorong kita berkomunikasi (?).
Manfaat-manfaat apa yang kita peroleh dari
komunikasi (?).
Sejauh mana komunikasi memberikan andil
kepada kepuasan kita.
Berdasarkan pengamaan yang mereka
lakukan, para pakar komunikasi Mengemukakan fungsi yang berbedabeda meskipun
adakalany a terdapat Kesamaan dan tumpang tindih di antara berbagai pendapat
tersebut.
Fungsi pertama :
komunikasi sosial
Fungsi komunikasi
sebagai komunikasi sosial mengisyaratkan bahwa Komunikasi itu penting untuk
membangun konsep-diri, aktualisasi-diri, Untuk kelangsungan hidup, untuk
memperoleh kebahagiaan, terhindar clad Tekanan dan ketegangan.
Pernyataan eksistensi-diri
Konsep-diri adalah pandangan kita mengenai siapa did
kita, dan itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi yang diberikan orang lain
kepada Kita. Aspek-aspek konsep did seperti jenis kelamin, agama, kesukuan,
Pendidikan, pengalaman, rupa fisik, kita tanam kepada diri kita lewat
Pernyataan (umpan balik) orang lain dalam masyarakat yang Menegaskan
aspek-aspek tersebut - dan ini dilakukan lewat komunikasi. Orang berkomunikasi untuk menunjukkan dirinya eksis. Bila
kita berdiam Did , orang lain akan memperlakukan kita seolah-olah kita tidak
ada. Pengamatan juga menunjukkan bahwa bila seorang anggota diskusi tidak
Berbicara sama sekali dan memilih tetap diam,
orang lain akan seger a
Menganggap bahwa si pendiam itu tidak ada
sama sekali. Mereka tidak Meminta si pendiam itu untuk memberi komentar atau
berbicara Kepadanya. Dan bila kemudian si pendiam memutuskan berbicara, Anggota
lainnya sering bereaksi seolah-olah si pendiam itu mengganggu Saja. Mereka
memperhatikannya sedikit saja. Mereka m enghar apkan si Pendiam itu tidak
berbicara. Respon kelompok yang demikian Mungkin tidak akan terjadi bila sejak
awal si pendiam membuat Komentar dalam diskusi dan kemudian menunggu giliran
untuk berbicara Lagi. Dengan bersikap pasif si pendiam gagal menggunakan
Pembicaraan untuk menyatakan
eksistensi-dirinya.
Untuk kelangsungan
hidup, Memupuk hubungan, Dan memperoleh kebahagiaan
Sejak
lahir kita tidak dapat hidup sendin untuk mempertahankan hidup. Kita perlu
dan harus berkomunikasi dengan orang
lain untuk memenuhi Kebutuhan biologis kita seperti makan dan minum, dan
memenuhi Kebutuhan psikologis kita seperti sukses dan kebahagiaan. Melalui
Komunikasi pula kita dapat memenuhi kebutuhan emosional kita dan Meningkatk an
kesehatan mental kita. Kita belajar makna cinta, kasih Sayang, keintiman,
simpati, rasa hormat, rasa bangga, bahkan ir ihati dan Kebencian. Melalui
komunikasi, kita dapat mengalami berbagai kualitas Perasaan it u dan
membandingkannya antara perasaan yang satu dengan Perasaan lainnya.
Komunikasi
sosial mengisyaratkan bahwa komunikasi dilakukan untuk Pemenuhan-diri untuk
merasa terhibur, nyaman dan tenteram Dengan
diri sendiri dan juga orang lain. Dua orang dapat berbicara berjam Jam
dengan topik yang berganti-ganti tanpa mencapai tujuan yang telah Ditetapkan
sebelumnya. Pesan-pesan yang mereka pertukarkan mungkin
Hal-hal yang remeh, namun pembicaraan itu
membuat keduanya merasa Senang.
Fungsi kedua : komunikasi
ekspresif
Erat kaitannya dengan komunikasi sosial
adalah komunikasi ekspresif yang dapat dilakukan sendirian ataupun dalam
kelompok. Komunikasi eskpresif Tidak
otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain, namun dapat Dilakukan sejauh
komunikasi tersebut instrumen untuk menyampaikan Perasaan-perasaan (emosi)
kita. Perasaan-perasaan tersebut terutama
Dikomunikasikan melalui pesan-pesan
nonverbal. Perasaan sayang, Peduli, rindu, simpati, gembira, sedih, takut,
prihatin, marah dan benci Dapat disampaikan lewat kata-kata, namun terutama
lewat perilaku Nonverbal. Emosi juga dapat disalurkan lewat puisi,lagu,
tarian,lukisan dan Pemberian bunga maupun drama.
Bab II
KOMUNIKASI TERAUPETIK EFEKTIF
PENGERTIAN
KOMUNIKASI EFEKTIF
Tidak peduli seberapa
berbakatnya seseorang, betapapun unggulnya sebuah produk, atau seberapa kuatnya
sebuah kasus hukum, kesuksesan tidak akan pernah diperoleh tanpa penguasaan
ketrampilan komunikasi yang efektif. Apakah anda sedang mempersiapkan presentasi,
negosiasi bisnis, melatih tim bola basket, membangun sebuah teamwork, bahkan
menghadapi ujian akhir gelar kesarjanaan, maka efektifitas komunikasi akan
menentukan kesuksesan anda dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Kemampuan anda
dalam mengirimkan pesan atau informasi dengan baik, kemampuan menjadi pendengar
yang baik, kemampuan atau ketrampilan menggunakan berbagai media atau alat
audio visual merupakan bagian penting dalam melaksanakan komunikasi yang
efektif.
Menurut penulis buku
ini tidak ada seorang pun di dunia yang memiliki kemampuan atau pengetahuan dan
pemahaman mengenai komunikasi sebaik yang dimiliki oleh William Shakespeare,
sastrawan Inggris yang sangat terkenal di abad pertengahan, yang hingga saat
ini masih dipandang sebagai referensi utama sastra dunia. Selama berabad-abad
banyak sekali komunikator ulung di dunia yang mendapatkan inspirasi dan panduan
dari karya-karyanya yang abadi. Buku ini justru menggali lebih dalam
karya-karya sang jenius sastra ini dan mengaplikasikan inspirasi dari karya-karya
tersebut dalam dunia komunikasi baik personal maupun dalam komunikasi bisnis.
Karya-karya Shakespeare ternyata mampu memberikan pelajaran-pelajaran yang
bernilai tinggi untuk menjadi komunikator yang efektif dan ulung, baik dalam
dunia pekerjaan kita maupun dalam kehidupan pribadi kita.
Ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan yaitu: pengirim pesan (sender), pesan yang dikirimkan (message), bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau media), penerima pesan (receiver), dan umpan balik (feedback). Kelima hal inilah yang diuraikan dengan amat menarik melalui penggalan-penggalan frase dari karya-karya Shakespeare tersebut. Seperti penggalan syair berikut yang diucapkan oleh tokoh karakter Ulysses yang diambil dari karya Shakespeare yang berjudul Troilus and Cressida yang berbunyi: No man is the lord of anything, Though in and of him there be much consisting, Till he communicate his parts to others.
Ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan yaitu: pengirim pesan (sender), pesan yang dikirimkan (message), bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau media), penerima pesan (receiver), dan umpan balik (feedback). Kelima hal inilah yang diuraikan dengan amat menarik melalui penggalan-penggalan frase dari karya-karya Shakespeare tersebut. Seperti penggalan syair berikut yang diucapkan oleh tokoh karakter Ulysses yang diambil dari karya Shakespeare yang berjudul Troilus and Cressida yang berbunyi: No man is the lord of anything, Though in and of him there be much consisting, Till he communicate his parts to others.
Disinilah letak
pentingnya kemampuan mengembangkan komunikasi yang efektif yang merupakan salah
satu ketrampilan yang amat diperlukan dalam rangka pengembangan diri kita baik
secara personal maupun profesional. Paling tidak kita harus menguasai empat
jenis ketrampilan dasar dalam berkomunikasi yaitu: menulis – membaca (bahasa
tulisan) dan mendengar – berbicara (bahasa lisan). Bayangkan betapa waktu-waktu
kita setiap detik setiap saat kita habiskan untuk mengerjakan setidaknya salah
satu dari keempat hal itu. Oleh karenanya kemampuan untuk mengerjakan ketrampilan
dasar komunikasi tersebut dengan baik mutlak diperlukan demi efektifitas dan
keberhasilan kita.
Menurut Stephen Covey,
justru komunikasi merupakan ketrampilan yang paling penting dalam hidup kita. Kita menghabiskan sebagian besar jam di saat kita sadar
dan bangun untuk berkomunikasi. Sama halnya dengan pernafasan, komunikasi kita
anggap sebagai hal yang otomatis terjadi begitu saja, sehingga kita tidak
memiliki kesadaran untuk melakukannya dengan efektif. Kita tidak pernah dengan
secara khusus mempelajari bagaimana menulis dengan efektif, bagaimana membaca
dengan cepat dan efektif, bagaimana berbicara secara efektif, apalagi bagaimana
menjadi pendengar yang baik. Bahkan untuk yang terakhir, yaitu ketrampilan
untuk mendengar tidak pernah diajarkan atau kita pelajari dalam proses
pembelajaran yang kita lakukan baik di sekolah formal maupun pendidikan
informal lainnya. Bahkan menurut Covey, hanya sedikit orang yang pernah
mengikuti pelatihan mendengar. Dan sebagian besar pelatihan tersebut adalah
teknik Etika Kepribadian, yang terpotong dari dasar karakter dan dasar hubungan
yang mutlak vital bagi pemahaman kita terhadap keberadaan orang lain.
Stephen
Covey menekankan konsep kesalingtergantungan (interdependency) untuk
menjelaskan hubungan antar manusia. Unsur yang paling penting dalam komunikasi
bukan sekedar pada apa yang kita tulis atau kita katakan, tetapi pada karakter
kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan kepada penerima pesan. Jika
kata-kata ataupun tulisan kita dibangun dari teknik hubungan manusia yang
dangkal (etika kepribadian), bukan dari diri kita yang paling dalam (etika
karakter), orang lain akan melihat atau membaca sikap kita. Jadi syarat utama
dalam komunikasi efektif adalah karakter yang kokoh yang dibangun dari fondasi
integritas pribadi yang kuat.
Kita
bisa menggunakan analogi sistem bekerjanya sebuah bank. Jika kita
mendeposito-kan kepercayaan (trust) kita, ini akan tergambar dalam perasaan
aman yang kita miliki ketika kita berhubungan dengan orang lain. Jika saya
membuat deposito di dalam rekening bank emosi dengan Anda melalui integritas,
yaitu sopan santun, kebaikan hati, kejujuran, dan memenuhi setiap komitmen
saya, berarti saya menambah cadangan kepercayaan Anda terhadap saya.
Kepercayaan Anda menjadi lebih tinggi, dan dalam kondisi tertentu, jika saya
melakukan kesalahan, anda masih dapat memahami dan memaafkan saya, karena anda
mempercayai saya. Ketika kepercayaan semakin tinggi, komunikasi pun mudah,
cepat, dan efektif. Covey mengusulkan enam deposito utama yang dapat menambah rekening
bank emosi dalam hubungan kita dengan sesama:
Berusaha benar-benar mengerti orang lain.
Ini
adalah dasar dari apa yang disebut emphatetic communication- komunikasi
empatik. Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, kita biasanya
”berkomunikasi” dalam salah satu dari empat tingkat. Kita mungkin mengabaikan
orang itu dengan tidak serius membangun hubungan yang baik. Kita mungkin
berpura-pura. Kita mungkin secara selektif berkomunikasi pada saat kita
memerlukannya, atau kita membangun komunikasi yang atentif (penuh perhatian)
tetapi tidak benar-benar berasal dari dalam diri kita.
Bentuk
komunikasi tertinggi adalah komunikasi empatik, yaitu melakukan komunikasi
untuk terlebih dahulu mengerti orang lain – memahami karakter dan maksud/tujuan
atau peran orang lain. Kebaikan dan sopan santun yang kecil-kecil begitu
penting dalam suatu hubungan, hal-hal yang kecil adalah hal-hal yang besar.
Memenuhi komitmen atau janji adalah deposito besar; Melanggar janji adalah penarikan yang besar.
Memenuhi komitmen atau janji adalah deposito besar; Melanggar janji adalah penarikan yang besar.
Menjelaskan
harapan. Penyebab dari hampir semua kesulitan dalam hubungan berakar di dalam
harapan yang bertentangan atau berbeda sekitar peran dan tujuan. Harapan harus dinyatakan secara eksplisit. Meminta maaf
dengan tulus ketika Anda membuat penarikan.
Memperlihatkan integritas pribadi. Integritas pribadi menghasilkan kepercayaan dan merupakan dasar dari banyak jenis deposito yang berbeda. Integritas merupakan fondasi utama dalam membangun komunikasi yang efektif. Karena tidak ada persahabatan atau teamwork tanpa ada kepercayaan (trust), dan tidak akan ada kepercayaan tanpa ada integritas. Integritas mencakup hal-hal yang lebih dari sekadar kejujuran (honesty). Kejujuran mengatakan kebenaran atau menyesuaikan kata-kata kita dengan realitas. Integritas adalah menyesuaikan realitas dengan kata-kata kita. Integritas bersifat aktif, sedangkan kejujuran bersifat pasif.
Memperlihatkan integritas pribadi. Integritas pribadi menghasilkan kepercayaan dan merupakan dasar dari banyak jenis deposito yang berbeda. Integritas merupakan fondasi utama dalam membangun komunikasi yang efektif. Karena tidak ada persahabatan atau teamwork tanpa ada kepercayaan (trust), dan tidak akan ada kepercayaan tanpa ada integritas. Integritas mencakup hal-hal yang lebih dari sekadar kejujuran (honesty). Kejujuran mengatakan kebenaran atau menyesuaikan kata-kata kita dengan realitas. Integritas adalah menyesuaikan realitas dengan kata-kata kita. Integritas bersifat aktif, sedangkan kejujuran bersifat pasif.
Setelah
kita memiliki fondasi utama dalam membangun komunikasi yang efektif, maka hal
berikut adalah kita perlu memperhatikan 5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5
Inevitable Laws of Efffective Communication) yang kami kembangkan dan rangkum
dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu
REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Karena sesungguhnya komunikasi itu
pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat,
kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain.
Hukum
# 1: Respect
Hukum
pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai
setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Rasa hormat dan
saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan
orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap
penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan
dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang. Jika kita
membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati,
maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan
meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara
keseluruhan sebagai sebuah tim. Bahkan menurut mahaguru komunikasi Dale
Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, rahasia
terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia
adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang ahli
psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan bahwa ”Prinsip
paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai.” Dia
mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan ataupun keinginan yang
bisa ditunda atau tidak harus dipenuhi), yang harus dipenuhi. Ini adalah suatu
rasa lapar manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan. Lebih jauh Carnegie
mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan
menggenggam orang dalam telapak tangannya.
Charles
Schwabb, salah satu orang pertama dalam sejarah perusahaan Amerika yang
mendapat gaji lebih dari satu juta dolar setahun, mengatakan bahwa aset paling
besar yang dia miliki adalah kemampuannya dalam membangkitkan antusiasme pada
orang lain. Dan cara untuk membangkitkan antusiasme dan mendorong orang lain
melakukan hal-hal terbaik adalah dengan memberi penghargaan yang tulus. Hal ini
pula yang menjadi satu dari tiga rahasia manajer satu menit dalam buku Ken
Blanchard dan Spencer Johnson, The One Minute Manager.
Hukum # 2: Empathy
Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Secara khusus Covey menaruh kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti (Seek First to Understand – understand then be understood to build the skills of empathetic listening that inspires openness and trust). Inilah yang disebutnya dengan Komunikasi Empatik. Dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain.
Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam ilmu pemasaran (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer’s behavior) merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku konsumen, maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama tim. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan orang lain dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.
Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.
Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan.
Hukum # 2: Empathy
Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Secara khusus Covey menaruh kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti (Seek First to Understand – understand then be understood to build the skills of empathetic listening that inspires openness and trust). Inilah yang disebutnya dengan Komunikasi Empatik. Dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain.
Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam ilmu pemasaran (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer’s behavior) merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku konsumen, maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama tim. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan orang lain dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.
Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.
Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan.
Hukum
# 3: Audible
Makna
dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika
empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima
umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat
diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus
disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat
diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita
untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio
visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima
dengan baik. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan
dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.
Hukum # 4: Clarity
Hukum # 4: Clarity
Selain
bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait
dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan
multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Ketika saya bekerja
di Sekretariat Negara, hal ini merupakan hukum yang paling utama dalam
menyiapkan korespondensi tingkat tinggi. Karena kesalahan penafsiran atau pesan
yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak
sederhana.
Clarity
dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu
mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga
dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota tim
kita. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada
gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.
Hukum
# 5: Humble
Hukum
kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap
ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa
menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita
miliki. Dalam edisi Mandiri 32 Sikap Rendah Hati pernah kita bahas, yang pada
intinya antara lain: sikap yang penuh melayani (dalam bahasa pemasaran Customer
First Attitude), sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak
sombong dan memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela
memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan
kepentingan yang lebih besar.
Jika
komunikasi yang kita bangun didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang
efektif ini, maka kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada
gilirannya dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain yang penuh
dengan penghargaan (respect), karena inilah yang dapat membangun hubungan
jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan.n
Sebagai makluk sosial komunikasi merupakan hal yang
paling dekat dengan kita. Apa sih sebenarnya komunikasi itu? Komunikasi dapat
kita artikan sebagai berbagi pikiran, informasi dan intelijen. Segala bentuk
aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan menyampaikan pesannya
pada orang lain merupakan tujuan komunikasi. Lalu jika pesan yang kita
maksudkan tersebut tidak sesuai dengan penangkapan lawan bicara kita,
terjadilah mis-komunikasi, Nah, sebuah komunikasi yang efektif membutuhkan
kejernihan pesan, kelengkapan pesan, ekspresi wajah, kontak mata, postur tubuh,
dan penampilan fisik secara eksternal.
Di era modern ini mungkin nampak 'tolol' melihat seseorang berusaha
menciptakan kesadaran komunikasi. Banyak di antara kita memberi sedikit
perhatian pada hal ini tetapi kenyataanya komunikasi ini terus berlangsung, tak
peduli siapa anda, jika anda tidak bisa berkomunikasi dengan semestinya maka
tak seorangpun akan mendengarkan Anda. Jadi komunikasi merupakan sebuah asset penting sebagai tambahan untuk
kepribadian Anda. Bagiamana membangun sebuah komunikasi efektif tersebut,
berikut beberapa hal yang sebaiknya jadi pertimbangan untuk dikembangkan:
Kontak Mata
Hal pertama yang dilakukan seorang pembicara yang
baik adalah menatap lawan bicara dan mengambil jeda untuk memulai sebuah
pembicaraan. Ini merupakan salah satu cara yang membantu untuk menciptakan
kesan baik pada lawan bicara. Usahakan mempertahankan kontak mata sepanjang
pembicaraan, agar lawan bicara Anda tak merasa diabaikan.
Ekspresi Wajah
Wajah merupakan cermin kepribadian individual. Ekspresi wajah
mengungkapkan pikiran yang sedang melintas pada diri seseorang. Sebagi contoh:
sebuah senyum mengungkap keramah-tamahan dan kasih-sayang;Mengangkat alis mata
menunjukan ekpresi heran; Mengernyitkan dahi menyampaikan ketakutan dan
kegelisahan. Semua emosi dan berbagai macam tingkah manusia diekspresikan dalam
emosi yang berbeda yang tergambar di wajah. Jadi saat melakukan komunikasi
tunjukan ekspresi bahwa Anda tertarik dengan bahan pembicaraan.
Postur Tubuh
Setiap gerak-gerik tubuh saat berbicara mesti dikoordinasikan dengan
kekuatan meyakinkan dari Anda. Mereka bisa jadi semacam tambahan untuk cara efektif yang dapat
ditangkap secara visual daripada secara verbal. Sebagai contoh: menundukan
kepala menunjukkan penyelesaian pernyataan; mengangkat kepala menunjukkan akhir
pertanyaan;Terlalu sering menggerakan bagian tubuh mengungkapkan sedang
bergegas atau kebingungan. Untuk itu perhatikan gerak-gerik Anda saat melakukan
komunikasi dengan lawan bicara.
Selera Berbusana
Busana memiliki tugas penting dalam
menimbulkan kesan. Orang yang berbusana sesuai dengan struktur tubuh mereka
nampak lebih menarik. Penampilan
fisik seseorang dan busana yang dikenakan membuat dampak pasti pada proses
komunikasi. Kita semua berbusana dan mungkin banyak diantara kita tak terlalu
memperhatikan, namun hal kecil ini memiliki peran untuk sebuah efektif. Jika kita memperhatikan bagaimana cara
berbusana, hal itu akan memperbaiki kemampun komunikasi kita. (erl)
Kegiatan komunikasi sudah menjadi
sebagian besar kegiatan kita sehari-hari, mulai antar teman/pribadi, kelompok,
organisasi atau massa. Kalau lebih teliti lagi banyak kegagalan dari komunikasi
yang kita lakukan. Bisa jadi bentuknya karena tujuan yang kita inginkan belum
tercapai. Bukan tujuan komunikasi secara egois loh. Tetapi tujuan komunikasi
yang lebih pada, tidak adanya saling kesepahaman, belum bertambahnya informasi,
serta ada usaha perubahan tingkah laku pada orang atau teman kita itu. Yang
terkadang tidak hanya diartikan persetujuan.
Komunikasi
Kegiatan komunikasi pada prinsipnya
adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan. Secara sederhana, kegiatan
komunikasi dipahami sebagai kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan atau ide
dari satu pihak ke pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan
atas ide yang dipertukarkan tersebut.
Elemen-elemen yang terdapat dalam
komunikasi adalah:
- Komunikator : orang yang menyampaikan pesan
- Pesanide atau informasi yang disampaikan
-Media : sarana komunikasi
- Komunikan : audience, pihak yang menerima pesan
- Umpan Balik : respon dari komunikan terhadap pesan yang diterimanya
- Pesanide atau informasi yang disampaikan
-Media : sarana komunikasi
- Komunikan : audience, pihak yang menerima pesan
- Umpan Balik : respon dari komunikan terhadap pesan yang diterimanya
Dalam kehidupan nyata mungkin ada
yang menyampaikan pesan/ ide; ada yang menerima atau mendengarkan pesan; ada
pesan itu sendiri; ada media dan tentu ada respon berupa tanggapan terhadap
pesan. Secara ideal, tujuan komunikasi bisa menghasilkan
kesepakatan-kesepakatan bersama terhadap ide atau pesan yang
disampaikan.
Fungsi Komunikasi \
- Membangun
Konsep Diri (Establishing Self-Concept)
- Eksistensi Diri (Self Existence)
- Kelangsungan
Hidup (Live Continuity)
- Memperoleh
Kebahagiaan (Obtaining Happiness)
- Terhindar
dari Tekanan dan Ketegangan (Free from Pressure and Stress)
William I. Gorden, Communication : Personal and
Public,1978
Persepsi : Inti Komunikasi
Kesan
adalah nuansa rasa manusia kepada obyek tertentu; obyek itu bisa barang bisa
orang. Kita terkesan, karena ada sesuatu yang menarik dari obyek tersebut. Kita
bisa terkesan kepada orang karena bermacam-macam; bisa karena wajah cantiknya,
tampan, berkumis; bisa karena kata-katanya, karena janjinya, dan sebagainya.
Membuat kesan yang baik, berarti kita harus berbuat dan bersikap tertentu
yang membuat agar orang lain tertarik.
Persepsi didefinisikan sebagai interpretasi
bermakna atas sensasi sebagai representatif obyek eksternal. Proses menafsirkan
informasi indrawi. Jika persepsi kita tidak akurat kita tidak munglkin bisa
berkomunikasi secara efektif.Rudolp F.Verdeber, Communicate, 1978
Proses mencapai kesepakatan (Sharing of meaning),
lazimnya berlangsung secara bertahap. Karena itu, lebih awal kita perlu memperhatikan
5 (lima) sasaran pokok dalam proses komunikasi, yaitu:
1.
Membuat
pendengar mendengarkan apa yang kita katakan (atau melihat apa yang kita
tunjukkan kepada mereka)
2.
Membuat
pendengar memahami apa yang mereka dengar atau lihat
3.
Membuat
pendengar menyetujui apa yang telah mereka dengar (atau tidak menyetujui
apa yang kita katakan, tetapi dengan pemahaman yang benar)
4.
Membuat
pendengar mengambil tindakan yang sesuai dengan maksud kita dan maksud
kita bisa mereka terima
5.
Memperoleh
umpan balik dari pendengar
Tentu
tidaklah mudah untuk membuat sebuah komunikasi berjalan dengan menghasilkan
kesepakatan secara utuh sesuai tujuannya. Karena, salah satu prinsip dalam
berkomunikasi, yakni terdapatnya kesulitan-kesulitan pokok dalam mencapai
tujuan. Berikut matrik tujuan dan kesulitan dalam proses komunikasi.
|
Tujuan
|
Kesulitan
|
|
MENDENGAR
|
-
Orang sulit memusatkan perhatian baik pada kata yang tertulis maupun terucap
untuk waktu yang lama
|
|
-
Orang kurang memiliki perhatian pada apa yang bagi mereka tampak kurang
penting
|
|
|
MEMAHAMI
|
- Orang memiliki asumsi berdasarkan
pengalaman masa lalunya
|
|
- Orang sering tidak memahami jenis
bahasa yang dipakai pembicara
|
|
|
- Orang lebih mudah salah mengerti
saat mereka mendengar tanpa melihat
|
|
|
- Orang sering sudah menarik
kesimpulan padahal kita belum selesai bicara.
|
|
|
MENYETUJUI
|
- Orang sering merasa curiga terhadap
orang lain yang sedang sedang membujuk mereka
|
|
- Orang tidak suka jika dibuktikan
bersalah
|
|
|
BERTINDAK
|
-
Tidak mudah bagi banyak orang untuk mengubah kebiasaan mereka
|
|
- Orang merasa takut akan akibat dari
pengambilan tindakan yang keliru
|
|
|
- Banyak orang tidak suka mengambil
keputusan
|
|
|
UMPAN BALIK
|
-
Beberapa orang sering dengan sengaja menyembunyikan reaksi dan apa yang
sesungguhnya mereka pikirkan
|
|
-
Penampilan dapat bersifat memperdaya -anggukan kepala, mungkin tidak selalu
tanda setuju dan mengerti, karena bisa digunakan untuk menutupi ketidak
tahuan atau keragu-raguan.
|
Jika menyimak matrik di atas, sebetulnya kesulitan itu
biasa dialami dialami oleh penyampai ide maupun penerimanya. Persoalannya
bagaimana kita mengatasi kesulitan itu. Komunikasi Efektif Joseph de
Vito, pakar komunikasi menyebut ada 5 kualitas umum yang dipertimbangkan
untuk efektifitas sebuah komunikasi. Kualitas ini antara lain:
|
Kualitas
Komunikasi
|
Deskripsi
|
|
Openess
|
Adanya
keterbukaan
|
|
Supportiveness
|
Saling mendukung
|
|
Positiviness
|
Bersikap positif
|
|
Emphaty
|
Memahami
perasaan orang lain
|
|
Equality
|
Kesetaraan
|
Namun demikian, yang paling mendasar dalam sebuah
kegiatan komunikasi adalah adanya rasa saling percaya. Kalau sudah percaya,
biasanya apapun yang dikatakan pastilah diterima! Satu hal lagi, efisiensi.
Komunikasi yang efisien adalah komunikasi yang tidak membutuhkan upaya besar
agar mencapai tujuannya.
Kualitas komunikator
Partisipasi merupakan modal dasar untuk menyelenggarakan
komunikasi yang efektif. Karenanya dibutuhkan kemampuan komunikasi
efektif. Kemampuan ini meliputi kemampuan untuk berbagi ide, mengkritik dari
semua aspek, mendorong dan merangsang imajinasi, menolak buah pikiran yang kurang
tepat, dan mengenal sejak dini solusi yang mungkin bisa diambil.
Kualitas komunikator efektif
|
Menilai Orang
|
Tahu mana yang
penting dan menghargai kontribusi orang lain
|
|
Mendengarkan
secara Aktif
|
Berusaha keras memahami keinginan dan masalah orang lain
|
|
Bijaksana
|
Memberikan kritik secara halus. konstruktif dan hormat
|
|
Memberikan
pujian
|
Menghargai orang
lain dan kontribusi mereka di depan umum
|
|
Konsisten
|
Mengendalikan
suasana riang; memperlakukan sama bagi semuanya: tidak favorit
|
|
Mengakui
kesalahan
|
Kemauan untuk
mengakui kesalahan
|
|
Memiliki rasa
humor
|
Mempertahankan
posisi yang menyenangkan dan pendekatan yang enak
|
|
Memberi contoh
yang baik
|
Melakukan apa
yang diharapkan orang lain
|
|
Menggunakan
bahasa Jelas, Lugas, dan Tepat
|
Kata-kata yang
lazim, konkret, pemberian petunjuk, yang menyentuh perasaan penyimak. Hindari
kata-kata bercita rasa buruk, kata-kata langsung
|
Ketika berkomunikasi, kita pasti
memiliki persepsi tertentu pada pendengar begitu pula sebaliknya. Kekeliruan
yang sering terjadi dalam berkomunikasi adalah ketika seseorang menyampaikan
informasi dengan ukurannya sendiri. Ini harus dihindarkan karena komunikasi
senantiasa melibatkan orang lain.
Ahli komunikasi berpesan jika akan
berhasil, maka rumusan kunci yang harus dipegang adalah “Know your
audience!” - ketahuilah siapa yang Anda ajak bicara. ”Seorang
komunikator yang dialogis harus mencoba mengenali dan memperkecil
kecenderungannya terhadap manipulasi, keegoisan, dan obyektivasi orang lain”.Johannessen,
R.L., Ethics in Human Communications, 1983
Meningkatkan kemampuan menyimak
secara efektif :
- Memberikan perhatian
- Memahami komunikasi
verbal dan non verbal
- Meningkatkan
kemampuan dalam memahami symbol verbal dan non verbal dengan menambah
referensi pemahaman
- Menyimak untuk
menganalisa dan mengevaluasi
- Meningkatkan keahlian
menyimak antarpersonal
Hambatan-hambatan komunikasi yang
sering terjadi adalah:
|
Jenis Hambatan
|
Deskripsi
|
|
Fisik
|
Hal menyangkut ruang fisik, lingkungan
|
|
Biologis
|
Hambatan karena ketidaksempurnaan anggota tubuh
|
|
Intelektual
|
Hambatan yang berhubungan dengan kemampuan pengetahuan
|
|
Psikis
|
Hambatan yang
menyangkut faktor kejiwaan, emosional, tidak saling percaya, penilaian
menghakimi
|
|
Kultural
|
Hambatan yang berkaitan dengan nilai budaya, bahasa,
|
Sebetulnya, kesulitan berkomunikasi
yang paling besar berada dalam diri kita sendiri. Kurang yakin, kurang percaya
diri, memandang orang lain kurang, lebih mendominasi, apalagi tinggi hati
adalah sesuatu yang harus di swicth dan melatih kebalikannya.
“Anda akan mampu menyusun pikiran
anda dengan lebih mudah dan lebih efektif jika Anda mengingat-ngingat struktur
pembicaraan : Apa yang akan dibicarakan, isi pembicaraan dan Apa yang telah
anda bicarakan”.Larry King, Seni Berbicara, 2003
Ternyata berkomunikasi tidak semudah
yang kita bayangkan, upaya terus-menerus harus dilakukan untuk peningkatan
pengetahuan dan ketrampilan. Itupun tidak cukup, ketrampilan tersebut perlu di
asah terus dan senantiasa mengetahui perkembangan dan wacana mereka. Selamat berkomunikasi, semoga lebih komunikatif!
Kegiatan
komunikasi sudah menjadi sebagian besar kegiatan kita sehari-hari, mulai antar
teman/pribadi, kelompok, organisasi atau massa. Kalau lebih teliti lagi banyak
kegagalan dari komunikasi yang kita lakukan. Bisa jadi bentuknya karena tujuan
yang kita inginkan belum tercapai. Bukan tujuan komunikasi secara egois loh.
Tetapi tujuan komunikasi yang lebih pada, tidak adanya saling kesepahaman,
belum bertambahnya informasi, serta ada usaha perubahan tingkah laku pada orang
atau teman kita itu. Yang terkadang tidak hanya diartikan persetujuan.
Komunikasi
Kegiatan komunikasi pada prinsipnya
adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan. Secara sederhana, kegiatan
komunikasi dipahami sebagai kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan atau ide
dari satu pihak ke pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan
atas ide yang dipertukarkan tersebut.
Elemen-elemen yang terdapat dalam
komunikasi adalah:
- Komunikator :
orang yang menyampaikan pesan
- Pesan : ide atau informasi yang disampaikan
- Media : sarana komunikasi
- Komunikan : audience, pihak yang menerima pesan
- Umpan Balik : respon dari komunikan terhadap pesan yang diterimanya
- Pesan : ide atau informasi yang disampaikan
- Media : sarana komunikasi
- Komunikan : audience, pihak yang menerima pesan
- Umpan Balik : respon dari komunikan terhadap pesan yang diterimanya
Dalam kehidupan nyata mungkin ada yang
menyampaikan pesan/ ide; ada yang menerima atau mendengarkan pesan; ada pesan
itu sendiri; ada media dan tentu ada respon berupa tanggapan terhadap pesan.
Secara ideal, tujuan komunikasi bisa menghasilkan kesepakatan-kesepakatan
bersama terhadap ide atau pesan yang disampaikan.
Fungsi Komunikasi
- Membangun Konsep Diri (Establishing Self-Concept)
- Eksistensi Diri (Self Existence)
- Kelangsungan Hidup (Live Continuity)
- Memperoleh Kebahagiaan (Obtaining Happiness)
- Terhindar dari Tekanan dan Ketegangan (Free from Pressure and Stress)
- Membangun Konsep Diri (Establishing Self-Concept)
- Eksistensi Diri (Self Existence)
- Kelangsungan Hidup (Live Continuity)
- Memperoleh Kebahagiaan (Obtaining Happiness)
- Terhindar dari Tekanan dan Ketegangan (Free from Pressure and Stress)
William I. Gorden, Communication : Personal and
Public,1978
Persepsi : Inti Komunikasi
Kesan adalah nuansa rasa manusia kepada obyek tertentu;
obyek itu bisa barang bisa orang. Kita terkesan, karena ada sesuatu yang menarik dari obyek
tersebut. Kita bisa terkesan kepada orang karena bermacam-macam; bisa karena
wajah cantiknya, tampan, berkumis; bisa karena kata-katanya, karena janjinya,
dan sebagainya. Membuat kesan yang baik, berarti kita harus berbuat dan
bersikap tertentu yang membuat agar orang lain tertarik.
Persepsi didefinisikan sebagai interpretasi
bermakna atas sensasi sebagai representatif obyek eksternal. Proses menafsirkan
informasi indrawi. Jika persepsi kita tidak akurat kita tidak munglkin bisa
berkomunikasi secara efektif.Rudolp F.Verdeber, Communicate, 1978
Proses mencapai kesepakatan (Sharing of meaning),
lazimnya berlangsung secara bertahap. Karena itu, lebih awal kita perlu memperhatikan
5 (lima) sasaran pokok dalam proses komunikasi, yaitu:
1.
Membuat
pendengar mendengarkan apa yang kita katakan (atau melihat apa yang kita
tunjukkan kepada mereka)
2.
Membuat
pendengar memahami apa yang mereka dengar atau lihat
3.
Membuat
pendengar menyetujui apa yang telah mereka dengar (atau tidak menyetujui
apa yang kita katakan, tetapi dengan pemahaman yang benar)
4.
Membuat
pendengar mengambil tindakan yang sesuai dengan maksud kita dan maksud
kita bisa mereka terima
5.
Memperoleh
umpan balik dari pendengar
Tentu tidaklah mudah untuk membuat sebuah komunikasi
berjalan dengan menghasilkan kesepakatan secara utuh sesuai tujuannya. Karena,
salah satu prinsip dalam berkomunikasi, yakni terdapatnya kesulitan-kesulitan
pokok dalam mencapai tujuan. Berikut matrik tujuan dan kesulitan dalam proses
komunikasi.
|
Tujuan
|
Kesulitan
|
|
MENDENGAR
|
-
Orang sulit memusatkan perhatian baik pada kata yang tertulis maupun terucap
untuk waktu yang lama
|
|
-
Orang kurang memiliki perhatian pada apa yang bagi mereka tampak kurang
penting
|
|
|
MEMAHAMI
|
- Orang memiliki asumsi berdasarkan
pengalaman masa lalunya
|
|
- Orang sering tidak memahami jenis
bahasa yang dipakai pembicara
|
|
|
- Orang lebih mudah salah mengerti
saat mereka mendengar tanpa melihat
|
|
|
- Orang sering sudah menarik
kesimpulan padahal kita belum selesai bicara.
|
|
|
MENYETUJUI
|
- Orang sering merasa curiga terhadap
orang lain yang sedang sedang membujuk mereka
|
|
- Orang tidak suka jika dibuktikan
bersalah
|
|
|
BERTINDAK
|
-
Tidak mudah bagi banyak orang untuk mengubah kebiasaan mereka
|
|
- Orang merasa takut akan akibat dari
pengambilan tindakan yang keliru
|
|
|
- Banyak orang tidak suka mengambil
keputusan
|
|
|
UMPAN BALIK
|
-
Beberapa orang sering dengan sengaja menyembunyikan reaksi dan apa yang
sesungguhnya mereka pikirkan
|
|
-
Penampilan dapat bersifat memperdaya -anggukan kepala, mungkin tidak selalu
tanda setuju dan mengerti, karena bisa digunakan untuk menutupi ketidak
tahuan atau keragu-raguan.
|
Jika menyimak matrik di atas, sebetulnya kesulitan itu
biasa dialami dialami oleh penyampai ide maupun penerimanya. Persoalannya
bagaimana kita mengatasi kesulitan itu. Komunikasi Efektif Joseph de
Vito, pakar komunikasi menyebut ada 5 kualitas umum yang dipertimbangkan
untuk efektifitas sebuah komunikasi. Kualitas ini antara lain:
|
Kualitas
Komunikasi
|
Deskripsi
|
|
Openess
|
Adanya
keterbukaan
|
|
Supportiveness
|
Saling mendukung
|
|
Positiviness
|
Bersikap positif
|
|
Emphaty
|
Memahami
perasaan orang lain
|
|
Equality
|
Kesetaraan
|
Namun demikian, yang paling mendasar dalam sebuah kegiatan
komunikasi adalah adanya rasa saling percaya. Kalau sudah percaya, biasanya
apapun yang dikatakan pastilah diterima! Satu hal lagi, efisiensi. Komunikasi
yang efisien adalah komunikasi yang tidak membutuhkan upaya besar agar mencapai
tujuannya.
Kualitas komunikator
Partisipasi merupakan modal dasar untuk menyelenggarakan
komunikasi yang efektif. Karenanya dibutuhkan kemampuan komunikasi
efektif. Kemampuan ini meliputi kemampuan untuk berbagi ide, mengkritik dari
semua aspek, mendorong dan merangsang imajinasi, menolak buah pikiran yang
kurang tepat, dan mengenal sejak dini solusi yang mungkin bisa
diambil.
Kualitas komunikator efektif
|
Menilai Orang
|
Tahu mana yang
penting dan menghargai kontribusi orang lain
|
|
Mendengarkan
secara Aktif
|
Berusaha keras memahami keinginan dan masalah orang lain
|
|
Bijaksana
|
Memberikan kritik secara halus. konstruktif dan hormat
|
|
Memberikan
pujian
|
Menghargai orang
lain dan kontribusi mereka di depan umum
|
|
Konsisten
|
Mengendalikan
suasana riang; memperlakukan sama bagi semuanya: tidak favorit
|
|
Mengakui
kesalahan
|
Kemauan untuk
mengakui kesalahan
|
|
Memiliki rasa
humor
|
Mempertahankan
posisi yang menyenangkan dan pendekatan yang enak
|
|
Memberi contoh
yang baik
|
Melakukan apa
yang diharapkan orang lain
|
|
Menggunakan
bahasa Jelas, Lugas, dan Tepat
|
Kata-kata yang
lazim, konkret, pemberian petunjuk, yang menyentuh perasaan penyimak. Hindari
kata-kata bercita rasa buruk, kata-kata langsung
|
Ketika berkomunikasi, kita pasti
memiliki persepsi tertentu pada pendengar begitu pula sebaliknya. Kekeliruan
yang sering terjadi dalam berkomunikasi adalah ketika seseorang menyampaikan
informasi dengan ukurannya sendiri. Ini harus dihindarkan karena komunikasi senantiasa melibatkan orang lain.
Ahli komunikasi berpesan jika akan berhasil, maka rumusan
kunci yang harus dipegang adalah “Know your audience!” -
ketahuilah siapa yang Anda ajak bicara. ”Seorang komunikator yang dialogis
harus mencoba mengenali dan memperkecil kecenderungannya terhadap manipulasi,
keegoisan, dan obyektivasi orang lain”.Johannessen, R.L., Ethics in Human
Communications, 1983
Meningkatkan kemampuan menyimak secara efektif :
- Memberikan perhatian
- Memahami komunikasi verbal dan non verbal
- Meningkatkan kemampuan dalam memahami symbol verbal dan non verbal dengan menambah referensi pemahaman
- Menyimak untuk menganalisa dan mengevaluasi
- Meningkatkan keahlian menyimak antarpersonal
- Memberikan perhatian
- Memahami komunikasi verbal dan non verbal
- Meningkatkan kemampuan dalam memahami symbol verbal dan non verbal dengan menambah referensi pemahaman
- Menyimak untuk menganalisa dan mengevaluasi
- Meningkatkan keahlian menyimak antarpersonal
Hambatan-hambatan komunikasi yang
sering terjadi adalah:
|
Jenis Hambatan
|
Deskripsi
|
|
Fisik
|
Hal menyangkut ruang fisik, lingkungan
|
|
Biologis
|
Hambatan karena ketidaksempurnaan anggota tubuh
|
|
Intelektual
|
Hambatan yang berhubungan dengan kemampuan pengetahuan
|
|
Psikis
|
Hambatan yang
menyangkut faktor kejiwaan, emosional, tidak saling percaya, penilaian
menghakimi
|
|
Kultural
|
Hambatan yang berkaitan dengan nilai budaya, bahasa,
|
Sebetulnya, kesulitan berkomunikasi
yang paling besar berada dalam diri kita sendiri. Kurang yakin, kurang percaya
diri, memandang orang lain kurang, lebih mendominasi, apalagi tinggi hati
adalah sesuatu yang harus di swicth dan melatih kebalikannya.
“Anda akan mampu menyusun pikiran
anda dengan lebih mudah dan lebih efektif jika Anda mengingat-ngingat struktur
pembicaraan : Apa yang akan dibicarakan, isi pembicaraan dan Apa yang telah
anda bicarakan”.Larry King, Seni Berbicara, 2003
Ternyata berkomunikasi tidak semudah
yang kita bayangkan, upaya terus-menerus harus dilakukan untuk peningkatan
pengetahuan dan ketrampilan. Itupun tidak cukup, ketrampilan tersebut perlu di
asah terus dan senantiasa mengetahui perkembangan dan wacana mereka. Selamat
berkomunikasi, semoga lebih komunikatif!